“Beli 2 gratis 1”, paket hemat, starter kit, atau hampers akhir tahun. Strategi paket seperti ini populer karena bisa menaikkan nilai tiap pesanan dan membantu menghabiskan stok yang bergerak lambat. Jelang 11.11, Harbolnas, dan musim hampers Nataru, permintaan paket biasanya meningkat.
Masalahnya, paket yang laku di etalase sering jadi pekerjaan rumit di gudang. Komponen harus dikumpulkan dari beberapa lokasi, stok per item mudah salah hitung, dan antrean di meja packing bisa memanjang. Di sinilah kitting dan bundling perlu diatur dengan benar.
Apa Bedanya Kitting dan Bundling
Dua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal ada perbedaannya:
- Bundling adalah menjual beberapa produk dalam satu penawaran. Produknya bisa tetap disimpan terpisah di gudang dan baru digabung saat pesanan diproses (sering disebut bundling virtual atau dinamis).
- Kitting adalah merakit beberapa item menjadi satu paket fisik sebelum atau saat pesanan masuk, misalnya paket hampers, starter kit, atau paket perawatan lengkap. Hasil rakitan itu bisa disimpan sebagai satu unit siap kirim.
Keduanya sama-sama menggabungkan beberapa item, tetapi cara pengelolaan stok dan pekerjaannya berbeda.
Kapan Memakai yang Mana
- Pilih bundling dinamis kalau kombinasi produk sering berubah, volumenya tidak pasti, atau Anda tidak ingin menyimpan banyak stok paket jadi.
- Pilih kitting (pra-rakit) kalau paketnya tetap, volumenya besar, dan kecepatan pengiriman penting. Contohnya hampers untuk periode Nataru atau paket promo 11.11 yang sudah pasti laku.
- Kombinasikan keduanya: pra-rakit untuk paket andalan, dinamis untuk kombinasi khusus.
Tantangan Kitting dan Bundling di Gudang
- Stok komponen yang salah hitung. Satu paket mengurangi beberapa item sekaligus. Kalau salah satu komponen habis, paket tidak bisa dikirim walaupun komponen lain masih banyak.
- Stok paket dan stok satuan saling berebut. Barang yang sudah dirakit menjadi paket tidak lagi bisa dijual satuan, dan sebaliknya.
- Barang kedaluwarsa dalam satu paket. Kalau paket berisi produk dengan tanggal kedaluwarsa berbeda, paket bisa tiba dengan produk yang masa simpannya sudah pendek.
- Retur paket. Saat satu paket dikembalikan, tim harus memeriksa tiap komponen dan memutuskan mana yang bisa dijual lagi.
- Antrean di area perakitan. Tanpa alur kerja yang jelas, area kitting jadi bottleneck, terutama di musim ramai.
5 Tips Mengelola Kitting dan Bundling dengan Rapi
1. Catat setiap komponen sebagai SKU tersendiri
Beri kode dan barcode pada tiap item di dalam paket. Dengan begitu stok per komponen selalu jelas dan bisa dilacak, meskipun item itu dijual dalam berbagai bentuk paket.
2. Buat daftar komponen yang baku untuk setiap paket
Tetapkan dengan jelas isi, jumlah, dan versi kemasan tiap paket. Daftar ini jadi acuan tim saat merakit, sehingga tidak ada yang kelebihan atau kekurangan item.
3. Sediakan area kitting khusus
Pisahkan area perakitan dari jalur picking dan packing biasa. Letakkan komponen yang akan dirakit di dekat area tersebut supaya tidak perlu bolak-balik. Sebelum musim ramai, tentukan jadwal perakitan, misalnya merakit sebagian paket lebih awal saat gudang tidak terlalu sibuk.
4. Terapkan FEFO untuk komponen yang punya masa simpan
Untuk produk dengan tanggal kedaluwarsa, gunakan prinsip first expired, first out saat mengambil komponen paket. Pastikan sisa masa simpan semua isi paket masih layak saat tiba di pelanggan.
5. Jaga sinkronisasi stok antara paket dan satuan
Sebelum promo dimulai, tentukan berapa stok yang dialokasikan untuk paket dan berapa untuk penjualan satuan. Pantau terus selama promo supaya tidak terjadi overselling karena stok komponen sudah terpakai di tempat lain.
Bagaimana WMS Mendukung Kitting dan Bundling
Mengelola paket secara manual lewat spreadsheet mudah menimbulkan selisih, terutama kalau SKU-nya banyak. Dengan WMS seperti Eklips, Anda bisa:
- Mengelola tiap komponen dengan barcode dan QR sehingga stok per item selalu terlacak.
- Menerapkan FEFO, FIFO, dan serial number untuk pengambilan komponen yang tepat.
- Memakai pemetaan rak dan transfer stok untuk menyiapkan area perakitan dan memindahkan komponen ke sana.
- Melihat stok secara real-time lewat dashboard agar alokasi untuk paket dan satuan tetap seimbang.
- Memanfaatkan klasifikasi stok (Good, Quarantine, Near Expired, Expired) untuk memisahkan komponen yang tidak layak masuk paket.
Paket promo bisa menjadi cara efektif menaikkan penjualan, selama prosesnya di gudang dirancang sejak awal.
Coba demo gratis Eklips untuk melihat bagaimana pengelolaan stok per komponen membantu proses kitting dan bundling di gudang Anda.