Operasional

Biaya per Pesanan : Hitung Dulu Sebelum Margin Tergerus

biaya per pesanan

Omzet naik, pesanan ramai, tetapi saldo akhir bulan terasa tipis. Banyak penjual online mengalami hal ini, terutama di tahun ketika biaya terasa bertambah dari berbagai arah: biaya layanan marketplace, ongkos kirim, bahan kemasan, sampai tenaga kerja. Beberapa platform juga sudah memperkenalkan biaya layanan logistik dan skema berbagi ongkir untuk retur sepanjang 2026. Detail dan angka terbarunya bisa berbeda tiap platform, jadi cek langsung di Seller Center masing-masing.

Di tengah kondisi itu, satu angka layak dipantau lebih dekat: biaya per pesanan. Angka ini menunjukkan berapa biaya sebenarnya untuk memproses satu pesanan dari gudang sampai ke tangan pelanggan. Tanpa angka ini, diskon besar-besaran di 11.11 atau Harbolnas bisa terlihat sukses di omzet tetapi merugi di margin.

Apa Saja Komponen Biaya per Pesanan

Biaya per pesanan tidak hanya ongkos kirim. Komponen yang umumnya ikut dihitung:

  • Tenaga kerja gudang: gaji dan lembur untuk penerimaan, penyimpanan, picking, packing, dan pengiriman.
  • Biaya ruang: sewa atau biaya gudang yang dibebankan ke tiap pesanan.
  • Bahan kemasan: kardus, bubble wrap, lakban, label, dan sebagainya.
  • Biaya pengiriman: ongkir yang ditanggung penjual, termasuk selisih dan penyesuaian berat.
  • Biaya retur dan pembatalan: ongkir retur, pemeriksaan ulang, dan barang rusak.
  • Biaya platform: komisi, biaya layanan, dan biaya program promo.
  • Biaya sistem dan peralatan: software, scanner, printer label, dan penyusutan alat.

Rumus Sederhana Menghitung Biaya per Pesanan

Biaya per pesanan = Total biaya operasional dalam periode ÷ Jumlah pesanan dalam periode

Contoh ilustrasi (angka hanya untuk gambaran):

  • Total biaya gudang dalam satu bulan (tenaga kerja, ruang, kemasan, sistem): Rp60.000.000
  • Jumlah pesanan yang diproses dalam sebulan: 6.000
  • Biaya fulfillment per pesanan: Rp60.000.000 ÷ 6.000 = Rp10.000

Tambahkan ongkir, biaya retur, dan biaya platform per pesanan untuk mendapatkan gambaran biaya total. Setelah itu bandingkan dengan margin kotor produk. Kalau margin produk di bawah total biaya per pesanan, pesanan tersebut merugi walaupun omzetnya tampak bagus.

Cara Membaca Angkanya dengan Benar

  • Hitung per SKU atau per kategori. Produk kecil dan murah sering tergerus lebih parah karena biaya packing dan ongkir hampir sama dengan produk mahal.
  • Hitung per channel. Biaya platform dan tingkat retur berbeda di tiap channel, sehingga profitabilitasnya juga berbeda.
  • Bandingkan hari biasa dengan hari promo. Saat promo, lembur dan tenaga kerja musiman biasanya menaikkan biaya per pesanan.
  • Pantau tren bulanan. Satu angka saja tidak cukup. Yang penting arahnya naik atau turun.

5 Cara Menurunkan Biaya per Pesanan Tanpa Mengorbankan Layanan

1. Percepat picking dan packing

Biaya tenaga kerja adalah komponen terbesar di banyak gudang. Rapikan lokasi penyimpanan, taruh SKU terlaris dekat area packing, dan pakai metode picking yang sesuai (batch, zone, atau wave). Setiap detik yang terhemat dikalikan ribuan pesanan.

2. Pilih ukuran kemasan yang tepat

Kemasan yang terlalu besar menambah biaya bahan dan bisa menaikkan ongkir karena berat volumetrik. Sediakan beberapa ukuran standar dan tetapkan aturannya di SOP packing.

3. Tekan angka retur dan pembatalan

Setiap retur berarti ongkir dua arah, waktu pemeriksaan, dan risiko barang rusak. Pastikan barang yang dikirim benar (salah kirim adalah penyebab retur yang bisa dicegah), dan stok yang tampil di toko sesuai dengan stok fisik supaya pembatalan berkurang.

4. Gabungkan pengiriman jika memungkinkan

Untuk pengiriman antar-gudang atau ke reseller, konsolidasi dapat menurunkan biaya per unit dibanding mengirim satuan.

5. Kurangi pekerjaan ulang

Salah ambil, salah scan, dan selisih stok memaksa tim mengulang pekerjaan. Pencatatan yang rapi dengan barcode mengurangi waktu terbuang untuk mencari dan memperbaiki kesalahan.

Peran WMS dalam Mengendalikan Biaya per Pesanan

Menghitung biaya per pesanan butuh data yang akurat: jumlah pesanan, waktu proses, tingkat retur, dan akurasi stok. Data seperti ini sulit diandalkan kalau masih dicatat manual di banyak file. Dengan WMS seperti Eklips, Anda bisa:

  • Memantau jumlah pesanan dan pergerakan stok lewat dashboard real-time.
  • Memakai barcode dan QR untuk mempercepat picking serta mengurangi salah ambil.
  • Menggunakan moving stock analysis untuk menata SKU terlaris di lokasi yang paling mudah dijangkau.
  • Mengelola stok multi-lokasi dan pemetaan rak agar barang cepat ditemukan.
  • Menarik laporan pergerakan stok sebagai dasar menghitung biaya dan mencari sumber pemborosan.

Omzet besar belum tentu untung besar. Dengan memahami biaya per pesanan, Anda bisa menentukan harga, promo, dan strategi gudang berdasarkan angka yang jelas.

Coba demo gratis Eklips untuk melihat bagaimana data gudang yang rapi membantu Anda memantau dan menekan biaya per pesanan.

Siap optimalkan
gudang Anda?

Sudah baca cukup? Tim kami siap tunjukkan langsung cara Eklips bekerja untuk bisnis Anda.

Request Demo Gratis Tanya via WhatsApp
Scroll to Top